10menit

Sang Pemimpi

Ini bukan cerita tentang novel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi yang menggemparkan itu. Bukan juga cerita tentang penulis buku Andrea Hirata yang itu. Lalu kenapa judulnya Sang Pemimpi dengan tambahan huruf N di dalam tanda kurung?

Dia dilahirkan di tempat yang salah, tanggal yang salah, dan waktu yang salah.

Sebelumnya kupikir begitu, hingga suatu saat kecelakaan menimpanya di suatu waktu. Mungkin pada saat itu hari bertepatan dengan awal minggu, di bulan ketujuh. Seorang ibu yang belum berumur terlalu tua kalau menurutku, melahirkannya dengan susah payah, benar-benar payah. Bagaimana tak payah kalau taruhan nyawanya menjadi tumbal kelahiran jabang bayi itu. Jangan tanya kelahirannya diharapkan atau tidak, karena kau tak akan pernah tahu. Tentang semua kelahiran yang ada di alam semesta ini, itu urusan-Nya. Tak ada yang boleh tahu, entah itu maksud, tujuan, ataupun hal-hal yang berhubungan dengan itu. Tak ada yang boleh tahu. Bahkan konon katanya malaikat pembawa pesan untuk para Nabi dan Rasul pun tidak diberi tahu oleh-Nya.

Siapa ayahnya? penulis cerita ini tak tahu siapa ayahnya. Kadang manusia berbisik-bisik tentang siapa ayahnya.

CUKUP CERITANYA, JANGAN KAU LANJUTKAN!!!

Baiklah, ternyata aku tak boleh melanjutkan cerita yang tertulis di atas. Aku tak tahu apa maksudnya, jangan tanya aku, jangan pernah cari tahu bahkan walaupun dalam lintasan pikiran ataupun perasaan. Daripada itu, daripada memikirkan dia yang tertulis di atas, ada baiknya kuceritakan dia yang lain.

Sebelumnya dengan meminta ijin dari dia, aku menuliskan cerita ini untuk dunia, tak ada maksud apa-apa sebelumnya kecuali aku hanya ingin cerita.

Di sekolah kebanggaannya, ia bernasib sial kalau boleh kubilang. Bagaimana tidak sial coba? Mimpinya bukan kuliah di sekolah itu, mimpinya kuliah di sekolah (begitu aku menyebutnya dalam tulisan ini) tinggi milik orang-orang kaya orang-orang cerdas dan berbakat di usianya yang kira-kira bisa dikategorikan usia remaja menurut buku Psikologi Perkembangan terjemahan penulis Elizabeth Hurlock. Bagaimana tentang kemampuannya? tidak ada seorang manusia pun tahu bahkan teman-teman kuliahnya dulu. Ia bernasib untung kalau boleh dibilang, jika dibandingkan orang-orang lain dari kasta di bawahnya yang semangat sekolahnya jauh lebih tinggi daripada dia, tetapi tidak mampu membayar uang sekolah karena ketidakmampuan orang tua yang menyekolahkannya. Sungguh tragis pikirku ketika aku mendengar ceritanya langsung. Apalagi dia bilang “kasta” untuk menyebut orang-orang yang tak mampu karena nasib memang berkata begitu. Waktu kutanya, apakah dia penganut rasisme? dia menjawab bukan. Baginya kata kasta itu lebih suka ia pakai karena di negara ini, hal tersebut masih menjadi penyakit masyarakat yang mengerikan katanya lagi.

Tentang organisasi, ia mengatakan bahwa ia tidak suka memasuki organisasi di sekolahnya, bahkan di sekolah-sekolah sebelum ia pindah satu almamater denganku ia menolak untuk masuk ke dalamnya. Aku membayangkan, ia adalah seorang anti-sosial kalau tak salah dalam pengertiannya tentang term itu di bidang ilmu Psikologi Sosial. Waktu kutanya kepadanya apakah dia anti-sosial, ia menjawabnya dengan lantang dan tegas:

“Aku tidak anti-sosial apalagi autis, camkan itu baik-baik!”

Aku tersentak kaget, tapi masih mencoba untuk tetap tenang, walaupun kesal juga dibentak seperti itu padahal aku menanyakan hal itu kepadanya baik-baik. Nada bicaranya yang kasar, gayanya yang aneh terus menjadi pikiran dalam kepalaku ini. Mungkinkah ia anak indigo? Kalau benar begitu, sungguh beruntung aku waktu itu berdekatan dengannya. Kucoba mengorek tentang sisi kepribadiannya lebih jauh, mencoba menelisik lebih dalam, mungkin saja aku bisa mendapatkan data-data yang kubutuhkan untuk skripsiku nanti.

Untuk beberapa waktu kulihat ia mulai melamun dan mengoceh tentang hal-hal yang tidak masuk akal, tak logis pikirku waktu itu. Kucoba untuk memperhatikan setiap detail hal-hal yang ada pada dirinya, mulai dari warna baju, bentuk rambut, garis muka, bentuk dagu, bentuk kuping, dan bentuk-bentuk anggota tubuhnya yang tampak dari dirinya. Pikiranku mulai bekerja lagi, kupikir ia seorang perfeksionis yang selalu ingin sempurna dan tampil beda. Untuk lebih meyakinkan apa yang kupikirkan aku berniat untuk mengajukan pertanyaan lagi padanya. Entah ada angin apa, padahal tak ada hujan yang deras waktu itu. Ia menyela:

“Hahahahahahaha, kau mau tahu tentang diriku ya? Dasar mahasiswa psikologi, selalu ingin tahu saja.”

Untuk kedua kalinya, aku kaget dan kagetku kali ini tak mampu kutahan dalam reaksi tubuhku yang normal, begitu mengerikan pikirku, aku merinding dan waktu itu terpancar jelas dalam raut mukaku. Hidungku merah menahan malu mengetahui maksud yang ada di pikiranku terbaca olehnya.

“Hahahahaha”, ia tertawa keras-keras tanpa kontrol sambil memegang perutnya yang mulai kesakitan.

“Baiklah kalau kau mau tahu, aku akan bercerita daripada kau terlalu pusing memikirkan pertanyaan ini itu dalam otakmu yang bodoh itu.”

“Anjing! Dasar Anjing!”

“Sia-sia saja aku bersekolah di sini. Aku ingin sekali bisa sekolah di tempat itu, di tempat aku bisa mengasah semua kemampuanku layaknya para ksatria-ksatria yang berguru pada Resi Bisma, Pandita Durna, dan Resi Kripa.”

“Kau tahu Pandawa dan Kurawa kan? Mereka bersaudara, satu keturunan darah Bharata, darah para Dewa-dewa yang bersemayam di Kahyangan Suralaya. Suralaya, tempat berkumpulnya para dewa itu dipimpin oleh Seorang Dewa yang disebut Bathara Guru. Bathara Guru adalah saudara Semar (yang sebenarnya adalah titisan Bathara Ismoyo) yang memilih untuk bersemayam di bumi Arcapada, menjaga kedamaian bumi yang waktu itu dihuni oleh para keturunan bharata, Pandawa dan Kurawa.”

“Pandawa itu bodoh! Aku masih tak habis pikir kenapa Puntadewa si sulung yang suka bermain dadu itu mau dibodohi oleh sepupunya, si Duryudana Setan. Setelah kupikir dan kurasakan waktu membaca buku tentang Mahabharata, baru ku tahu ternyata ia begitu karena menghormati Suyudana (Duryudana) bahkan ia sampai berbohong dalam perang besar di kurusetra yang memakan banyak korban itu. Tragis memang, kau tahu? Istrinya, Drupadi yang dalam sejarah versi India adalah istri kelima pandawa. Kupikir Drupadi itu melakukan Poliandri, tapi ternyata pikirku salah lagi-lagi. Ah, logika memang menyesatkan. Aku tak mau berbicara tentang Drupadi, terlalu berbahaya kalau kita berbicara di sini. Yang aku tahu, Duryudana itu memang kurang ajar! Ia rela menyuruh adiknya Dursasana menelanjangi kain sari merah yang dipakai Drupadi. Ah, kalau tak ada Kresna pastilah ia benar-benar telanjang bulat tanpa helai sedikitpun. Kau tahu? Ia tak pernah benar-benar telanjang bulat. Kain Merah itu tak henti-hentinya habis ketika ditarik oleh Dursasana sialan itu. Tapi yang aku salut dari drupadi adalah ia berani mengungkapkan kemarahannya seketika itu juga, dengan bersumpah tidak akan bersanggul lagi sebelum keramas dengan darah Dursasana. Mengerikan sekali akhirnya Werkudoro hilang kesadarannya dan bersumpah juga untuk membunuh sendiri si Dursasana tadi, Darahnya? Ia minum sebagian dan sebagian lagi ia sisakan demi perwujudan sumpah Drupadi. Arjuna? Ah, si mata keranjang itu, aku tak mau berbicara tentangnya, aku tak suka. Nakula dan Sadewa? Kembar identik itu ya? aku ditipu, ternyata kedua orang itu berbeda, benar-benar berbeda satu sama lain.”

“Aku sangat menyayangkan kenapa Puntadewa itu berbohong. Kau tahu? Ia berdarah putih yang artinya suci tanpa noda. Anaknya adalah Pancawala, aku tak tahu siapa dia. Yang aku tahu, ia adalah orang yang ketika perang bharatayudha turun dari keretanya dan pergi ke arah musuh-musuhnya, Kurawa, yang berada di sisi yang lain. Ia memberikan hormat yang tulus setia kepada guru-gurunya yang berdiri di pihak musuh, Bisma, Durna, dan Kripa. Ia (katanya) tidak pernah mau membunuh orang lain. Kenapa? Karena ia akan menyerahkan apapun yang diminta orang lain. Istrinya saja diserahkan, dijadikan taruhan dadu dengan kakak sepupunya, Duryudana yang dihasut oleh Patih Sengkuni. Waktu itu, istrinya bersumpah-sumpah, memaki-maki, mencaci suaminya yang tak tahu diri itu. Istri kok dijadikan taruhan? Lalu ku tahu, semua sudah habis ludes diambil oleh sepupunya yang jahat itu. Istana, Gelar, Kehormatan, Adik-adiknya para pandawa, sudah bukan miliknya lagi.”

“Tapi satu hal yang aku peringatkan padamu, benar-benar aku peringatkan padamu. JANGAN PERNAH MEMINTA NYAWA PUNTADEWA! Bagaimana bisa? Sebelum Bharatayudha, pernah ada kejadian, aku lupa tentang hal itu. Ada seseorang meminta nyawanya, dan apa? IA BERUBAH MENJADI RAKSASA RAMBUT API. MENGERIKAN. TRIWIKRAMA. Selain Kresna, ternyata Puntadewa juga bisa triwikrama. Hal itu terjadi ketika ia diminta nyawanya oleh musuhnya, mengerikan. Kahyangan Arcapada gempar, gonjang-ganjing. Hanya Semar dan Kresnalah (kalau tak salah) yang bisa menurunkan amarahnya. Merubahnya menjadi sosok Puntadewa, Ksatria berdarah putih.”

“Sayang, ia pergi dari dunia ditinggal mati adik-adiknya ketika melakukan perjalanan ke Gunung Himalaya untuk moksa. Hanya Anjing yang setia menemaninya.”

“Kau tahu, siapa anjing itu? Anjing itu adalah titisan Bathara Darma, yang setia menemaninya sampai pintu Nirvana dan disambut oleh Bathara Indera (versi India).”

(Untuk Ayahku yang sejak kecil menceritakanku tentang Dunia Wayang. Untuk Kakekku, yang tidak pernah kulihat wajahmu di dunia ini. Untuk Kakak ayahku yang telah meninggal dari Rahim Nenekku. Terima Kasih. Aku bangga menjadi cucumu)

P.s. I Love You

TOKOH UTAMA

  1. Ikal adalah anak kampung yang miskin yang dimiliki negara
  2. Arai adalah tokoh sentral dalam buku ini. Menjadi saudara angkat Ikal ketika kelas 3 SD saat ayahnya (satu-satunya anggota keluarga yang tersisa) meninggal dunia. Seseorang yang mampu melihat keindahan di balik sesuatu, sangat optimis dan selalu melihat suatu peristiwa dari kaca mata yang positif. Arai adalah sosok yang begitu spontan dan jenaka, seolah tak ada sesuatupun di dunia ini yang akan membuatnya sedih dan patah semangat.
  3. Jimbron, anak yatim piatu yang diasuh oleh seorang pastur Katolik bernama Geovanny.Laki-laki berwajah bayi dan bertubuh subur ini sangat polos. Segala hal tentang kuda adalah obsesinya, dan gagapnya berhubungan dengan sebuah peristiwa tragis yang memilukan yang dia alami ketika masih SD , dulu ayahnya sekarat di depan matanya maka ia membawa ayahnya dengan sepeda yang lajunya lama sampai di puskesmas ayahnya meninggal di depan matanya dan waktu ditanyai orang-orang di sudah terlanjur gagap karena terlalu banyak menangis sampai tersendat-sendat ia selalu berfikir jika saja waktu itu dia menaiki kuda pasti ayahnya tertolong. Jimbron adalah penyeimbang di antara Arai dan Ikal, kepolosan dan ketulusannya adalah sumber simpati dan kasih sayang dalam diri keduanya untuk menjaga dan melindunginya.

Tokoh Lain

  1. Pendeta Geovanny, ia adalah seorang Katolik yang mengasuh Jimbron selepas kepergian kedua orangtua Jimbron. Meskipun berbeda agama dengan Jimbron, beliau tidak memaksakan Jimbron untuk turut menjadi umat Katolik. Bahkan beliau tidak pernah terlambat mengantar Jimbron pergi ke masjid untuk mengaji. Meski disebut Pendeta, Geovanny yang berdarah Italia ini adalah seorang Pastor.
  2. Pak Mustar M. Djai’din. BA. adalah salah satu pendiri SMA Bukan Main. Ia adalah wakil kepala sekolah SMA Bukan Main, seorang yang baik dan cukup sabar namun berubah menjadi tangan besi ketika anaknya sendiri justru tidak diterima masuk ke SMA tersebut karena NEMnya kurang 0,25 dari batas minimal.Terkenal dengan aturan-aturannya yang disiplin dan hukuman yang sangat berat. Namun sebenarnya beliau adalah pribadi yang sangat baik dan patut dicontoh.
  3. Pak Drs. Julian Ichsan Balia; Kepala Sekolah SMA Negeri Manggar.Laki-laki muda, tampan, lulusan IKIP Bandung yang masih memegang teguh idealisme.
  4. Nurmala; Zakiah Nurmala binti Berahim Mantarum,gadis pujaan Arai sejak pertama kali Arai melihatnya. Nurmala adalah gadis yang pandai, selalu menyandang ranking 1. Ia juga penggemar Ray Charles dengan lagunya “I Can’t Stop Loving You” dan Nat King Cole dengan lagunya When I Fall in Love.
  5. Laksmi; gadis pujaan Jimbron. Telah kehilangan kedua orangtuanya dan tinggal serta bekerja di sebuah pabrik cincau. Semenjak kepergian orangtuanya ia tidak pernah lagi tersenyum, walaupun senyumnya amat manis. Ia baru dapat tersenyum ketika Jimbron datang mengendarai sebuah kuda.
  6. Capo Lam Nyet Pho; Seorang yang memungkinkan berbagai hal sebagai objek untuk bisnisnya. Bahkan ketika PN Timah terancam kolaps, ia melakukan ide untuk membuka peternakan kuda meskipun kuda adalah hewan yang asing bagi komunitas Melayu.
  7. Taikong Hamim; Guru mengaji di masjid di kampung Gantung.Dikenal sebagai sosok nonkonfromis dan sering memberlakukan hukuman fisik kepada anak-anak yang melakukan kesalahan.
  8. Bang Zaitun; Seniman musik pemimpin sebuah kelompaok Orkes Melayu. Dikenal sebagai orang yang pernah mempunyai banyak pacar dan hampir memiliki 5 istri. Sebenarnya kunci keberhasilannya dalam percintaan adalah sebuah gitar. Ia pun mengajarkan hal tersebut pada Arai yang sedang mabuk cinta dengan Nurmala.
  9. A Kiun; Gadis Hokian penjaga loket bioskop.
  10. Nurmi; Berbakat memainkan biola, mewarisi biola dan bakat dari kakeknya yang ketua kelompok gambus di Gantung. Nurmi adalah tetangga Arai dan Ikal, seumuran, dan dia adalah gadis yang sangat mencintai biola.
  11. Pak Cik Basman; Seorang tukang sobek karcis di sebuah bioskop di Belitong.
  12. A Siong; Pemilik toko kelontong tempat Ikal dan Arai berselisih tentang penggunaaan uang tabungan
  13. Deborah Wong; Istri A Siong dan ibu dari Mei Mei. Perempuan asal Hongkong yang tambun dan berkulit putih.
  14. Mei Mei; Gadis kecil anak Deborah Wong.

Sumber : polaroid.dagdigdug.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Halaman

facebook

Masukkan user kamu

Bergabunglah dengan 8 pengikut lainnya

Link Gunadarma

info penginapan wilayah Jakarta

Music R&B

Alexa Certified Traffic Ranking for https://10menit.wordpress.com/

Status

  • 286,143 hits

Tag

Desember 2016
S M S S R K J
« Okt    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Commentar

Finsa di Kost Kostan
%d blogger menyukai ini: