10menit

Revisi Manusia dan Budaya

MANUSIA DAN BUDAYA

Manusia adalah salah satu ciptaan Allah, yang memiliki akal pikirin dan hawa nafsu. Sedangkan budaya adalah satu cara hidup dari seorang atau sekelompok manusia di dalam kehidupan sehari-harinya. Yaitu seperti agama, adat istiadat, bahasa, pakaian, bangunan atau yang lainnya. Kalau dilihat dari pengertian manusia dan budaya, sangat erat hubungannya antara manusia dan budaya. Karena pelaku dari budaya itu adalah manusia. Dan budaya tercipta dari interaksi manusia terhadap alam ini.

Budaya dan manusia sangat sulit untuk dipisahkan, karena budaya di dalam satu kelompok tercipta dari dahulu dan akan terus digunakan oleh generasi berikutnya. Seperti budaya yang ada di lingkungan sekitar. Setiap minggu akan di adakan kerja bakti antar RT yang dilakukan oleh para warga. Itu terjadi karena manusia sadar bahwa lingkungannya harus selalu dijaga kebersihannya dengan seksama. Sehingga tercipta kerja bakti setiap minggu di lingkungan RT.

Membahas manusia dan budaya akan sangat luas cangkupannya, karena alam ini terisi oleh manusia yang memiliki budaya berbeda-beda. Manusia hidup dengan budaya yang ada di lingkungan keluarga, tempat tinggal, satu organisasi atau dari yang lainnya. Dengan budaya akan memiliki ciri dari manusia tersebut. Seperti budaya dalam agama, orang muslim akan melaksanakan sholat ketika adzan berbunyi. Sehingga terlihat dari orang tersebut, bahwa dia muslim karena melakukan ibadah yang ada di dalam agama Islam.

 

Yang saya dapat dari google tentang manusia dan budaya adalah sebagai berikut :

Dua pandangan yang dijadikan acuan untuk menjelaskan unsur-unsur yang membangun manusia.

Manusia terdiri dari 4 unsur :

–          Jasad : badan kasar manusia yang nampak dari luar, menempati ruang dan waktu

–          Hayat : mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak

–          Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan

–          Nafs : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri

 

Manusia Sebagai Satu Kepribadian Mengandung 3 Unsur :

 

–          ID, kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak; merupakan libido murni, berkembang secara internal dalam diri individu

–          EGO, sebagai kepribadian eksekutif karena peranannya dalam menghubungkan energi ID dalam saluran sosial yang dapat dimengerti orang lain, berkembang secara internal dalam diri individu

–          SUPER EGO, struktur kepribadian yang paling akhir, terbentuk dari lingkungan eksternal, merupakan kesatuan standar-standar moral

 

 

 

Hakekat Manusia :

  1. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh;
  2. Makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna jika dibandingkan makhluk lainnya, misalnya :

v  Perasaan Intelektual

v  Perasaan Estetis

v  Perasaan Etis

v  Perasaan Diri

v  Perasaan Sosial

v  Perasaan Religius

  1. Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi;
  2. Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

 

Pengertian Kebudayaan

  • Menurut E.B. Taylor (1871); Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat;
  • Menurut Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat;
  • Menurut Sutan Takdir Alisyahbana; Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir;
  • Menurut Koentjaraningrat, Kebudayaan adalah keselurahan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil pekertinya;
  • Menurut A.L. Krober dan C. Kluckhon; Mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.

 

Pengertian Kebudayaan

  • Menurut C.A. Van Peursen mengatakan bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap kelompok orang-orang yang berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkanselalu mengubah alam;
  • Krober dan Kluckhon mendefinisikan kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yangdiperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk di dalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai.

 

Unsur-Unsur Kebudayaan

 

– Menurut Melville J. Herkovits, terdiri dari 4 unsur, yaitu :

o   Alat teknologi

o   Sistem ekonomi

o   Keluarga

o   Kekuatan politik

– Menurut Bronislaw Malinowski terdiri dari :

o   Sistem norma

o   Organisasi ekonomi

o   Alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan

o   Organisasi kekuatan

 

– Menurut C. Kluckhon, terdiri dari 7 unsur, yaitu :

o   Sistem religi

o   Sistem organisasi kemasyarakatan

o   Sistem pengetahuan

o   Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi

o   Sistem teknologi dan peralatan

o   Bahasa

o   Kesenian

 

Wujud Kebudayaan

 

Dimensi wujud kebudayaan ada 3, yaitu :

ü  Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia;

ü  Kompleks aktivitas;

ü  Wujud sebagai benda.

 

Orientasai Nilai Budaya

Menurut C. Kluckhon ( variations in value orientation tahun 1961) terdapat 5 masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :

  1. Hakekat hidup manusia
  2. Hakekat karya manusia
  3. Hakekat waktu manusia
  4. Hakekat alam manusia
  5. Hakekat hubungan manusia

 

Perubahan Kebudayaan

 

Disebabkan oleh :

–          Sebab- sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri misalnya : perubahan jumlah dan komposisi penduduk

–          Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup

 

Faktor Yang Mempengaruhi Diterima Atau Tidaknya Unsur Kebudayaan Baru, Diantaranya :

v  Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak denagn kebudayaan dari luar;

v  Pandanagan hidup dan nilai-nilai yang dominant dalam suatu budaya ditentukan oleh nilai-nilai agama;

v  Corak struktur sosial masyarakat menentukan proses kebudayaan baru;

v  Apabila unsur baru dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat.

 

Kaitan Manusia Dan Kebudayaan :

 

Proses dialektis tercipta melalui 3 tahap, yaitu :

  • Eksternalisasi, proses manusia dengan dirinya
  • Obyektivasi, kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia
  • Internalisasi, proses manusia dengan masyarakatnya sendiri

 

Penjelasan ini saya dapatkan dari link

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CCMQFjAA&url=http%3A%2F%2Fsyafriliatriany.weebly.com%2Fuploads%2F5%2F4%2F0%2F9%2F5409773%2Fibd_2.doc&ei=mVQkU4jUJYiFrAfMm4HQBQ&usg=AFQjCNHycwSvJgg2fbhC3rsExhf37J93-w

 

Saya akan membahas satu budaya yang ada di muka bumi ini :

Di dalam agama Islam semua mengenai kehidupan dijelaskan begitu rinci dengan banyak contoh kejadian di masa lalu dan ada pun yang di masa datang. Banyak sekali budaya yang ada di dalam agama Islam, seperti budaya makan. Di dalam agama Islam makan tidak boleh berlebihan.

 

Sebagaimana yang disinggung dalam Alquran, yang artinya:

“ Dan Janganlah kamu sekalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.“(QS. Al-An’am/6:141)

 

Agama Islam melarang yang berlebihan. Makanya kita makan dan minum sesuai yang kita butuhkan. Jangan lebih dari batas kemampuan perut untuk menampung makanan. Sehingga tidak terjadi hal mubazir dan membuat perut menjadi sakit, karena kekenyangan.

 

Referensi

  • Parsons, Talcott and Evon Z. Vogt (1962) “Clyde Kae Maben Kluckhohn 1905-1960” American Anthropologist, 64:140-161
  • Parsons, T. (1973). “Clyde Kluckhohn and the integration of social science.” In W. W. Taylor, J. L. Fischer, & E. Z. Vogt (Eds.), Culture and life: Essays in memory of Clyde Kluckhohn (pp. 30-57). Carbondale: Southern Illinois University Press.
  • Powers, Willow Roberts (2000) “The Harvard study of values: Mirror for postwar anthropology.” Journal of the History of the Behavioral Sciences, 36(1): 15-29.
  • Kluckhohn, Florence R., & Fred L. Strodtbeck. (1961). Variations in Value Orientations. Evanston, IL: Row, Peterson.
  • Russo, Kurt W. 2000. “Finding the middle ground: insights and applications of the value orientations method.” Yarmouth, ME: Intercultural Press, Inc.
  • Clyde Kluckhohn: Review; ‘Man’s Way: a Preface to the Understanding of Human Society’, by Walter Goldschmidt. American Anthropologist, Vol. 61, pp. 1098-99.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Halaman

facebook

Masukkan user kamu

Bergabunglah dengan 8 pengikut lainnya

Link Gunadarma

info penginapan wilayah Jakarta

Music R&B

Alexa Certified Traffic Ranking for https://10menit.wordpress.com/

Status

  • 286,143 hits

Tag

Desember 2016
S M S S R K J
« Okt    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Commentar

Finsa di Kost Kostan
%d blogger menyukai ini: